Berlayar ke Tanah Laskar Pelangi; Resolusi Travellingku di tahun 2019

Berlayar ke Tanah Laskar Pelangi;
Resolusi Travellingku di tahun 2019

Seperti telah saya ceritakan di postingan tulisan sebelumnya, tahun ini saya memiliki sebuah keinginan untuk bisa berlibur di tempat yang lekat dengan nuansa lautan dan suasana kepulauannya. Karena di tahun-tahun sebelumnya waktu liburan saya lebih banyak dihabiskan di “daratan”; mulai dari kota padat lalu lalang, hutan, hingga gurun pasir. Ya, dengan kata lain, ingin bisa bercengkrama dan menikmati suasana liburan yang baru.

Dan satu tempat di Indonesia yang telah lama saya idam-idamkan untuk dikunjungi adalah Pulau Belitung, tanah Laskar Pelangi. Beberapa novel Andrea Hirata yang sudah saya tuntaskan beberapa tahun silam, dan tentu saja tontonan film “Laskar Pelangi” telah membuat keinginan saya semakin menjadi-jadi untuk merasakan secara langsung suasana pulau ini. Sebab, rasanya seperti ada yang kurang apabila Belitung hanya saya nikmati dari buah tulis Andrea Hirata tanpa pernah berkunjung dan menginjak tanahnya.

Dan untuk liburan Belitung 2019 ini, saya merencanakan untuk memilih menggunakan mode transportasi laut (berlayar!!!) dari Jakarta ke Pulau Belitung. Ya, alasan utamanya mah; tiket pesawat akhir-akhir ini yang sedang tidak terlalu bersahabat dengan keuangan, hehehe.

Tapi selain itu, karena memang liburan kali ini diniatkan untuk bersantai ria dengan suasana perairan, maka saya rasa sekali-kali menggunakan kapal akan menarik, lebih menyenangkan dan lebih tenang.

Lalu… apa saja hal menarik yang bisa dilakukan untuk menikmati Belitung?
Nah, berikut saya jembrengin 7 aktivitas seru yang akan saya lakukan ketika telah sampai di Negeri Laskar Pelangi.

1.Bergitar Di Atas Bebatuan Besar Pantai Tanjung Tinggi

Sumber: www.trivindo.com

Ya! Inilah pantai yang menjadi ikon Pulau Belitung. Yang belum lengkap rasanya ke Belitung kalau melewatkan tempat yang satu ini. Bebatuan granit besar yang menjulang tinggi, ombak tenang yang sekali-kali menerpa batu dan tepi pantai, serta pasir putih yang lembut, benar-benar sebuah kombinasi alam yang sangat saya idam-idamkan untuk dinikmati sambil bergitar menyanyikan lagu Laskar Pelangi dan Sahabat Kecil (Ipang).  

2.“Menghidupkan Imajinasi” di Bangunan Replika SD Muhammadiyah

Sumber: ourshorttrip.blogspot.com

Berkunjung langsung di SD Muhammadiyah Gantong sepertinya akan kembali menghidupkan imajinasi-imajinasi saya terhadap aktivitas para pemeran Laskar Pelangi. Mulai dari ketelatenan Ibu Mus yang mengajarkan murid-muridnya hingga membayangkan keceriaan sepuluh anak-anak Laskar Pelangi yang betah berlama-lama menghabiskan waktu di sekolah ini yang meski bangunannya terbilang rapuh dan cukup usang.

Sehingga tidak boleh lupa bagi saya untuk mengabdikan momen di tempat ini yang menurut saya sangat sarat dengan “pesan moral” dan pengenalan nilai-nilai lokal.

3.Jalan-jalan Pagi di “Open Pit” (Eks Tambang Timah)

Novel “Padang Bulan” menjadi salah satu novel yang menurut saya berhasil menceritakan dengan apik suasana tempat Tambang Timah yang menjadi salah satu sumber pekerjaan masyarakat Belitung. Satu potongan kisah dari novel ini yang paling saya ingat adalah ketika Enong, seorang gadis Belitung yang ayahnya meninggal karena tertimbun longsong di tempat tambang, harus bekerja menghidupi keluarganya dengan memulai menjadi pekerja tambang dan mengakhiri sekolahnya.

sumber: http://www.visitbangkabelitung.com 

Saat ini, area Tambang Timah ini –yang telah ditutup sejak 1990an– telah diubah menjadi salah satu objek wisata tersendiri yang membolehkan pengujungnya untuk menjelajahi ruang bawah tanah dan juga menyusuri gua sedalam 676 meter yang dulunya merupakan tempat galian tambang.

Bakal menarik banget kayaknya ya jalan-jalan menghabiskan pagi di tempat ini?

4.Menyelam dan Menikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Lengkuas

Sumber: http://enjoybelitung.com

Pulau Lengkuas menjadi salah satu tempat wajib untuk dikunjungi para wisatawan selama berkunjung di Belitung. Keindahan alamnya, pasir putih pantainya, air laut yang jernih, keindahan bawah laut, dan mercusuar bersejarahnya telah mencipta daya pikat tersendiri bagi para pengunjung.

Aktivitas favorit di tempat ini adalah snorkling dan diving. Keindahan bawah laut pulau Lengkuas serta pulau-pulau lain disekitarnya sangatlah rugi bila dilewatkan begitu saja. Aneka ragam terumbu karang yang masih terjaga dan terawat serta beragamnya jenis ikan hias membuat pulau ini bahkan telah dikenal hingga ke mancanegara.

Selain itu, menaiki merucusuar peninggalan Belanda 1882 juga menjadi salah satu aktivitas favorit lainnya di pulau ini. Dengan berkorban tenaga ekstra untuk melewati kurang lebih 18 lantai dari mercusuar ini, pengunjung akan disuguhkan bentangan laut biru yang seperti tanpa batas dan keindahan alam sekitar pulau ini.

5.Mengabadikan Momen Senja di Perkampungan Nelayan Tanjung Binga

Sumber: halosabtu.wordpress.com

Nah, setelah berlama-lama menghabiskan waktu di pantai, alangkah menariknya apabila sore dituntaskan dengan bercengkrama bersama senja. Dan salah satu tempat yang pas untuk ini di Belitung adalah perkampungan nelayan Tanjung Binga. Perahu-perahu nelayan yang terpakir, rumah-rumah kayu penduduk, serta gerombolan anak kecil yang sedang bermain ria menjadi satu perpaduan lanskap senja yang sekiranya bakal memenuhi memori kamera saya.

 

6.Kelana Literatur di Museum Sastra Pertama Indonesia; Museum Kata Andrea Hirata

Satu tempat lagi yang tidak akan saya lewatkan di Belitung adalah Museum Kata Andrea Hirata. Yang dilansir dari Reddoorz, literatur yang terdapat di Museum yang didirikan oleh Andrea Hirata ini bahkan jumlahnya mencapai 200. Ornamen ruangan yang unik dengan beraneka ragamnya corak warna, serta beragam bacaan dari bermacam genre yang telah disediakan, sepertinya bakal membuat saya betah berlama-lama untuk menghabiskan waktu membaca di tempat ini. Yang tentu saja, sambil mengabiskan segelas kopi kuli yang bisa dipesan di Ruang Dapur museum ini.

7.Membaca Novel Andrea Hirata Sambil Menyeruput Kopi Manggar di Malam Hari

Sumber: https://travel.tempo.co

Sebagai penggemar kopi, mencicipi kopi khas Belitung tentu saja menjadi sebuah keharusan saya. Lagi-lagi, dari hasil bacaan Novel Andrea Hirata, saya sedikit mengenal tentang Kopi Manggar atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kopi O”. Kopi ini merupakan kopi hitam asli dari Manggar yang dibuat tanpa campuran apapun dan telah menjadi sangat terkenal bagi kalangan penikmat kopi.

Benar-benar nikmat sepertinya, menyeruput kopi ini sambil menuntaskan novel terbaru Andrea Hirata “Orang-orang biasa”, Plus sepiring ketela goreng, hehehe.

 

BERBURU INFORMASI TEMPAT PENGINAPAN DI BELITUNG

 

Akomodasi tentu menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum liburan. Dan agar bisa menyesuaikan isi “dompet anak kos” yang saya miliki, maka satu-satunya cara adalah dengan mencari akomodasi/penginapan yang murah meriah. Dan pastinya juga harus nyaman. Hehe.

Dan setelah mengetahui bahwa Reddoorz – sebagai jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia– telah menyediakan akomodasi penginapan di Belitung, saya sudah tidak ambil pusing lagi untuk mencari-cari referensi tempat menginap lain. Karena saya yakin, penginapan Reddoorz yang betul-betul mengerti isi dompet anak kos seperti saya, telah terbukti menjamin kenyamanan tiap pengunjungnya. Tentu saja, review positif ini saya berikan berdasarkan pengalaman saya langsung ketika beberapa kali menginap di properti Reddoorz selama liburan sebelumnya. 

Setidaknya ada 6 guarantee service dari Reddoorz yang benar-benar akan membuat liburan kita semakin nyaman. Apa saja?

Sumber Gambar : Reddoorz.com

 

Bagaimana, benar-benar lengkap kan??? 

Yuk…yuk… Tunggu apa lagi? Persiapkan liburanmu sekarang dan jangan lupa jatuhkan pilihan pada Reddoorz sebagai tempat penginapanmu!

 

 

***

 

Artikel ini diikutsertakan dalam Reddoorz Blog Contest bertema “Tuliskan Resolusi Travelling 2019 Kamu”

Leave a Reply